Skill yang Dibutuhkan Dunia Kerja: Keterampilan yang Dicari Perusahaan di Era AI
Published on Invalid Dateby SG8 Creative Team

Dunia kerja terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, digitalisasi bisnis, dan perubahan kebutuhan perusahaan membuat keterampilan yang dibutuhkan tenaga kerja semakin berkembang. Memiliki pendidikan dan pengalaman kerja tetap menjadi bagian penting dalam membangun karier. Namun, perusahaan kini semakin memperhatikan kemampuan nyata yang dapat memberikan kontribusi terhadap pekerjaan. Kemampuan menggunakan teknologi, berpikir analitis, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, bekerja sama, hingga memanfaatkan Artificial Intelligence menjadi semakin relevan dalam lingkungan kerja modern.
Perubahan ini semakin terlihat sejak penggunaan AI berkembang di berbagai sektor. Saat ini, lowongan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan AI tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pasar kerja secara keseluruhan. Pada saat yang sama, perusahaan semakin menghargai keterampilan manusia seperti pengambilan keputusan, kreativitas, dan kepemimpinan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang mampu menggunakan teknologi. Perusahaan membutuhkan orang yang mampu menggunakan teknologi sekaligus memberikan nilai melalui kemampuan manusia yang tidak mudah digantikan oleh otomatisasi.
Mengapa Skill Semakin Penting di Dunia Kerja?
Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan karyawan yang mampu menyelesaikan pekerjaan rutin. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu memahami masalah, beradaptasi ketika proses kerja berubah, serta menemukan cara yang lebih baik untuk menghasilkan pekerjaan.
AI dapat membantu mengerjakan berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama. Teknologi dapat membantu membuat dokumen, mengolah informasi, menganalisis data, membuat konten, maupun mendukung proses administrasi.
Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia untuk menentukan tujuan, memberikan konteks, memeriksa hasil, mengambil keputusan, dan memastikan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Oleh karenanya, semakin berkembangnya teknologi justru membuat kombinasi antara technical skills dan human skills menjadi semakin penting.
Skill yang Dibutuhkan Dunia Kerja
Salah satu keterampilan yang semakin relevan adalah kemampuan memahami dan menggunakan Artificial Intelligence. AI literacy tidak berarti seseorang harus menjadi programmer atau AI engineer. Dalam banyak pekerjaan, kemampuan memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas sudah menjadi nilai tambah yang penting.
Seorang staf HR dapat menggunakan AI untuk membantu membuat draft komunikasi, menyusun materi pelatihan, atau mengolah informasi. Tim marketing dapat memanfaatkannya untuk melakukan riset, mengembangkan ide konten, dan menganalisis data. Tim operasional dapat menggunakan AI untuk membantu membuat laporan dan mengevaluasi proses kerja. Yang menjadi pembeda bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan menggunakannya secara produktif, kritis, aman, dan bertanggung jawab.
Di Indonesia, tingkat penggunaan AI untuk pekerjaan juga terus berkembang. Tercatat bahwa 69 persen pekerja Indonesia yang disurvei telah menggunakan AI dalam pekerjaannya selama satu tahun terakhir, sementara pengguna GenAI secara rutin melaporkan peningkatan produktivitas yang lebih tinggi.
Kemampuan Berpikir Analitis Semakin Dicari Perusahaan
Ketika teknologi dapat menyediakan informasi dalam jumlah besar, kemampuan manusia untuk memahami informasi tersebut menjadi semakin penting. Perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu melihat masalah, memahami penyebabnya, membaca data, membandingkan pilihan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia. Kemampuan berpikir analitis dapat digunakan hampir di seluruh bidang pekerjaan.
Seorang supervisor perlu menganalisis produktivitas tim. Tim HR perlu memahami data karyawan. Finance perlu membaca kondisi keuangan. Marketing perlu memahami performa kampanye. Tim operasional perlu menganalisis kualitas layanan. Artinya, kemampuan analitis tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang bekerja di bidang data atau teknologi. Hampir setiap posisi membutuhkan kemampuan tersebut.
Komunikasi Tetap Menjadi Skill Penting
Kemajuan teknologi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap komunikasi manusia. Sebaliknya, ketika pekerjaan menjadi semakin cepat dan kompleks, kemampuan menyampaikan informasi secara jelas menjadi semakin penting.
Seseorang dapat memiliki kemampuan teknis yang sangat baik, tetapi apabila tidak mampu menjelaskan ide, menyampaikan masalah, menerima feedback, atau berkoordinasi dengan rekan kerja, kontribusinya dapat menjadi kurang optimal. Komunikasi membantu perusahaan mengurangi kesalahpahaman dan mempercepat koordinasi.
Dalam pekerjaan yang berhubungan dengan pelanggan maupun operasional, kemampuan komunikasi bahkan dapat memengaruhi kualitas pelayanan secara langsung. Oleh karenanya, kemampuan berbicara, menulis, mendengarkan, melakukan presentasi, dan berkomunikasi secara profesional tetap menjadi bagian penting dari keterampilan dunia kerja.
Adaptasi Menjadi Keterampilan Penting
Perubahan merupakan bagian dari dunia kerja modern. Sistem kerja dapat berubah. Teknologi baru dapat diterapkan. Struktur organisasi dapat berkembang. Perusahaan dapat menggunakan software baru. Bahkan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat berubah menjadi digital. Karyawan yang mampu beradaptasi akan lebih mudah mengikuti perubahan tersebut.
Adaptasi bukan berarti menerima semua perubahan tanpa pertimbangan. Adaptasi berarti mampu memahami perubahan, mempelajari hal baru, dan menemukan cara untuk tetap memberikan hasil terbaik dalam kondisi yang berbeda. Kemampuan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan juga semakin penting ketika AI mengubah jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Problem Solving Menjadi Pembeda
Setiap perusahaan menghadapi masalah. Masalah operasional, pelanggan, kualitas layanan, administrasi, sumber daya manusia, biaya, produktivitas, maupun komunikasi dapat muncul dalam aktivitas bisnis sehari hari. Oleh karenanya, perusahaan membutuhkan orang yang tidak hanya mampu menemukan masalah, tetapi juga mampu mencari solusi.
Problem solving berarti mampu memahami situasi, menemukan akar permasalahan, mempertimbangkan berbagai alternatif, dan menentukan tindakan yang paling sesuai. Kemampuan ini semakin penting ketika perusahaan menggunakan AI. AI dapat membantu menyediakan informasi dan alternatif solusi, tetapi manusia tetap membutuhkan kemampuan untuk menentukan apakah solusi tersebut sesuai dengan kondisi nyata perusahaan.
Leadership Tidak Hanya untuk Manager
Leadership sering dianggap sebagai keterampilan yang hanya diperlukan oleh manager atau supervisor. Padahal, kepemimpinan dapat muncul pada berbagai level pekerjaan. Seorang staff yang mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, membantu rekan kerja, menyelesaikan masalah, dan memberikan pengaruh positif kepada tim sebenarnya sudah menunjukkan perilaku leadership.
Perusahaan membutuhkan orang yang tidak selalu menunggu instruksi untuk melakukan hal yang benar. Perkembangan AI juga membuat kemampuan seperti judgement dan leadership semakin penting karena sebagian pekerjaan rutin dapat dibantu oleh teknologi.
Critical Thinking Semakin Penting di Era AI
AI dapat menghasilkan jawaban dengan sangat cepat. Namun, cepat bukan berarti selalu benar. Oleh karenanya, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting. Karyawan perlu mampu memeriksa informasi, mempertanyakan asumsi, mengevaluasi hasil, dan menentukan apakah informasi yang diberikan AI benar benar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Kemampuan tersebut sangat penting ketika perusahaan mulai menggunakan AI dalam aktivitas sehari hari. Karyawan yang menerima seluruh hasil AI tanpa melakukan pemeriksaan dapat menghasilkan pekerjaan yang kurang akurat. Sebaliknya, karyawan yang mampu menggunakan AI sekaligus melakukan validasi dapat menghasilkan pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik.
Kreativitas Tetap Menjadi Kekuatan Manusia
Teknologi dapat menghasilkan teks, gambar, ide, dan berbagai bentuk informasi dengan cepat. Namun, kreativitas manusia tetap dibutuhkan untuk memahami konteks, kebutuhan pelanggan, budaya organisasi, serta masalah yang ingin diselesaikan. Kreativitas dalam dunia kerja tidak hanya berarti membuat desain atau menghasilkan karya seni.
Kreativitas juga berarti menemukan pendekatan baru, memperbaiki proses kerja, menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik, dan menemukan cara yang lebih efisien untuk menyelesaikan pekerjaan. Oleh karenanya, kreativitas tetap menjadi salah satu keterampilan penting di tengah perkembangan AI.
Mengapa Skill Semakin Penting Dibandingkan Sekadar Gelar?
Gelar pendidikan tetap memiliki nilai penting. Namun, gelar saja semakin sulit menjadi satu satunya pembeda kandidat. Perusahaan ingin mengetahui apakah seseorang mampu melakukan pekerjaan yang dibutuhkan. Perubahan menuju skills based hiring menunjukkan bahwa kemampuan yang dapat dibuktikan semakin mendapatkan perhatian dalam proses rekrutmen.
Di Indonesia, menunjukkan bahwa sebagian besar pemberi kerja yang disurvei telah merekrut kandidat dengan micro credentials dan menilai keterampilan AI semakin penting. Oleh karenanya, kandidat perlu membangun kombinasi antara pendidikan, pengalaman, portofolio, sertifikasi, dan kemampuan praktis. Portofolio dapat membantu perusahaan melihat bukan hanya apa yang dipelajari seseorang, tetapi juga apa yang mampu dilakukan.
Skill untuk Fresh Graduate
Bagi fresh graduate, perubahan dunia kerja dapat menjadi tantangan sekaligus peluang. Perusahaan semakin membutuhkan kandidat yang mampu belajar dengan cepat dan beradaptasi dengan teknologi.
Fresh graduate tidak harus menguasai seluruh teknologi sejak awal. Yang lebih penting adalah memiliki dasar yang kuat, kemampuan belajar, komunikasi yang baik, kemampuan bekerja sama, serta kemauan untuk memahami bagaimana teknologi dapat digunakan dalam pekerjaan.
Kemampuan menggunakan AI secara bertanggung jawab juga dapat menjadi nilai tambah. Kandidat yang mampu menunjukkan bahwa dirinya dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas akan memiliki keunggulan dibandingkan kandidat yang hanya mengandalkan ijazah.
Skill untuk Karyawan yang Sudah Bekerja
Perubahan dunia kerja tidak hanya berlaku bagi pencari kerja. Karyawan yang sudah bekerja juga perlu melakukan upskilling dan reskilling agar tetap relevan. Upskilling membantu seseorang meningkatkan kemampuan dalam pekerjaan yang sedang dijalankan. Reskilling membantu seseorang mempelajari kemampuan baru ketika kebutuhan pekerjaan berubah.
Seorang staf administrasi dapat mempelajari data analysis dan AI productivity. Seorang supervisor dapat meningkatkan kemampuan leadership dan strategic thinking. Tim HR dapat mempelajari people analytics dan AI untuk HR. Tim marketing dapat meningkatkan kemampuan digital marketing dan AI content creation. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan kompetensi menjadi investasi jangka panjang bagi karyawan maupun perusahaan.
Peran Perusahaan dalam Meningkatkan Kompetensi Karyawan
Pengembangan skill tidak seharusnya menjadi tanggung jawab karyawan seorang diri. Perusahaan juga memiliki peran dalam menciptakan budaya belajar. Training, coaching, mentoring, knowledge sharing, dan pengembangan karier dapat membantu karyawan meningkatkan kompetensinya. Perusahaan yang mampu membangun budaya belajar akan lebih siap menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Bagi perusahaan, pengembangan kompetensi juga dapat membantu meningkatkan produktivitas, engagement, kualitas layanan, dan kesiapan talent pool internal.
Dunia Kerja Membutuhkan Kombinasi Skill
Dunia kerja modern tidak hanya membutuhkan seseorang yang memiliki satu keahlian. Karyawan membutuhkan kombinasi antara technical skills, digital skills, AI literacy, analytical thinking, communication, problem solving, adaptability, creativity, dan leadership. Kombinasi tersebut membuat seseorang memiliki kemampuan untuk bekerja dengan teknologi sekaligus memberikan nilai yang tidak mudah digantikan oleh teknologi. AI dapat membantu mempercepat pekerjaan. Tetapi manusia tetap menentukan bagaimana teknologi digunakan.
SG8 Group untuk Pengembangan Bisnis Perusahaan Anda
SG8 Group memahami bahwa kualitas operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh kualitas people yang menjalankannya. Melalui layanan Training and Development, Business Consulting and Strategy Development, Manpower Supply, Facility and Cleaning Services, serta berbagai solusi Business Support, SG8 Group membantu perusahaan mengembangkan kemampuan people sekaligus mendukung kebutuhan operasional bisnis.
Pengembangan kompetensi bukan hanya tentang memberikan pelatihan. Pengembangan kompetensi adalah bagaimana perusahaan membangun people yang mampu bekerja secara profesional, adaptif, produktif, dan siap menghadapi perubahan.
SG8 Group
Partner Operasional Bisnis Anda.