Hospitality

Pelanggan Sekarang Nggak Cuma Cari Pelayanan Ramah, Mereka Cari Experience

Published on 2 September 2026by SG8 Creative Team

Pelanggan Sekarang Nggak Cuma Cari Pelayanan Ramah, Mereka Cari Experience

Pelayanan ramah saja ternyata nggak cukup senyum, sapa pelanggan, dan ucapkan terima kasih. Semua itu penting dalam pelayanan. Tapi pelanggan sekarang menginginkan lebih dari sekadar “Selamat datang, Kak.”

Bayangkan masuk hotel dan disambut ramah, tetapi proses check in lama. Datang ke restoran, stafnya sopan, tetapi pesanan salah. Menghubungi customer service, jawabannya friendly, tetapi masalah tidak selesai. Tetap bikin kecewa, kan? Inilah mengapa dunia hospitality mulai bergerak dari sekadar customer service menuju customer experience. Pelanggan tidak hanya mengingat bagaimana staf berbicara. Mereka mengingat bagaimana pengalaman yang mereka rasakan secara keseluruhan.

 

Customer Experience Itu Apa?

 

Sederhananya, customer experience adalah pengalaman yang dirasakan pelanggan ketika berinteraksi dengan sebuah bisnis. Pengalaman tersebut bisa dimulai bahkan sebelum pelanggan datang. Misalnya ketika mencari informasi di Google, menghubungi WhatsApp, melakukan reservasi, datang ke lokasi, menerima pelayanan, melakukan pembayaran, sampai memberikan review setelah menggunakan layanan. Artinya, customer experience bukan hanya tugas frontliner. Semua touchpoint punya peran. Kalau satu saja memberikan pengalaman buruk, persepsi pelanggan terhadap bisnis bisa ikut berubah.

 

Gen Z Punya Ekspektasi yang Berbeda 

 

Generasi yang tumbuh bersama smartphone dan media sosial memiliki kebiasaan berbeda dalam memilih layanan. Mereka terbiasa mencari informasi dengan cepat, membandingkan pilihan, membaca review, melihat konten media sosial, dan membagikan pengalaman secara online.

Kajian mengenai Gen Z dan industri hotel juga menunjukkan bahwa digital fluency, personalisasi pengalaman, dan ekspektasi terhadap sustainability ikut membentuk cara generasi ini berinteraksi dengan industri hospitality. Jadi, pelayanan yang terasa biasa saja mungkin sudah tidak cukup. Pelanggan ingin proses yang simple, cepat, nyaman, dan relevan. Sedikit-Sedikit Cek Google Review? Justru Penting

Sebelum datang ke hotel atau restoran, apa yang sering dilakukan? Cek review dulu.

⭐ 4,8 — menarik

⭐ 3,1 — mulai mikir dua kali

Online review sekarang menjadi bagian penting dari customer journey. Menariknya, penelitian terhadap 5.576 online review hotel bintang empat di Indonesia menemukan beberapa aspek yang muncul dalam penilaian pelanggan, termasuk pelayanan staf, kebersihan, kenyamanan kamar, makanan dan minuman, lokasi, serta harga. Artinya, pengalaman pelanggan hari ini tidak berhenti ketika mereka keluar dari gedung. Pengalaman tersebut bisa berubah menjadi digital reputation.

 

Fast Response Itu Bagian dari Hospitality

 

Pelanggan bertanya. Lima menit belum dijawab sepuluh menit, tiga puluh menit, dan Satu jam. Akhirnya:

“Udah deh, cari yang lain.” Di era digital, kecepatan respons menjadi bagian penting dari pengalaman. Namun fast response bukan berarti staf harus menjawab asal cepat. Respons harus cepat, tepat, sopan, dan memberikan solusi. Pentingnya responsiveness, rasa aman, perhatian personal, dan kenyamanan lingkungan fisik dalam persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan. Jadi hospitality bukan sekadar keramahan, melainkan hospitality merupakan bagaimana kita membuat orang merasa diperhatikan.

 

Pelanggan Suka Pelayanan yang Personal

 

Ada perbedaan antara “Selamat datang” dengan “Selamat datang kembali, Pak. Semoga perjalanan hari ini menyenangkan”. Keduanya sopan, tetapi yang kedua terasa lebih personal. Personalization tidak selalu membutuhkan teknologi canggih. Hal sederhana seperti mengingat kebutuhan pelanggan, memperhatikan preferensi, memberikan rekomendasi yang relevan, atau menunjukkan empati ketika ada masalah dapat membuat pelayanan terasa lebih manusiawi. Karena pelanggan bukan nomor antrean. They want to feel recognized.

 

Jangan Takut Sama Komplain

 

Banyak staf langsung panik ketika pelanggan bilang “Saya mau komplain”. Padahal komplain tidak selalu berarti bencana. Komplain justru memberikan informasi mengenai bagian pelayanan yang belum bekerja dengan baik. Masalah sebenarnya muncul ketika staf defensif.

“Bukan bagian saya, Pak.”

“Memang prosedurnya begitu.”

“Saya nggak tahu.”

Kalimat seperti itu mungkin terdengar sederhana, tetapi bisa membuat pengalaman pelanggan semakin buruk. Dalam hospitality, kemampuan menangani masalah atau service recovery sama pentingnya dengan memberikan pelayanan sejak awal. Dengarkan, tunjukkan empati, cari solusi, dan follow up. Kadang pelanggan tidak menuntut semuanya sempurna. Mereka hanya ingin masalahnya ditangani dengan serius.

 

Tempat Bagus Belum Tentu Pelayanannya Bagus

 

Interior aesthetic, lobby mewah, ruangan wangi, dan seragam staf bagus. Semua itu membantu menciptakan kesan pertama. Tapi fasilitas tidak bisa menggantikan kualitas people. Pelanggan tetap berinteraksi dengan manusia. Frontliner, receptionist, waiter, customer service, security, cleaning service, driver dan sampai staf operasional lainnya. Itulah mengapa hospitality bukan hanya industri hotel. Hospitality adalah mindset pelayanan.

 

Industri Hospitality Indonesia Terus Bergerak

 

Kualitas pelayanan menjadi semakin penting ketika aktivitas perjalanan dan hospitality berkembang. Data terbaru BPS mencatat pada Juli 2026 terdapat sekitar 1,53 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 107,44 juta perjalanan wisatawan nusantara. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang mencapai 54,54%, naik 1,75 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas yang berhubungan dengan perjalanan dan hospitality. Di tengah banyaknya pilihan, bisnis bukan hanya bersaing soal fasilitas dan harga. Mereka juga bersaing soal Experience.

 

Teknologi Penting, People Tetap Menentukan

 

Self check in, chatbot, QR menu, online reservation, dan digital payment. Semua membuat pelayanan lebih efisien. Tapi teknologi tidak otomatis menciptakan hospitality. Ketika pelanggan bingung, kecewa, atau menghadapi masalah yang kompleks, mereka tetap membutuhkan seseorang yang mampu memahami situasi dan memberikan solusi. Oleh karenanya, teknologi sebaiknya membantu people memberikan pelayanan yang lebih baik. Bukan menggantikan sisi manusia dari pelayanan.

 

Service Excellence Dimulai dari People

 

Perusahaan sering menginginkan:

Customer Satisfaction ↑

Complaint ↓

Rating ↑

Customer Retention ↑

Tetapi ada satu bagian penting di belakang semua target tersebut yaitu People. Karyawan membutuhkan kompetensi untuk memberikan pelayanan yang konsisten. Mulai dari communication skill, grooming, hospitality mindset, problem solving, emotional control, teamwork, complaint handling, sampai service recovery. Karena kualitas pelayanan tidak cukup ditulis dalam SOP. Harus terlihat dalam perilaku people setiap hari.

Pelanggan sekarang tidak hanya mencari staf yang ramah. Mereka mencari pengalaman yang cepat, nyaman, responsif, personal, dan memberikan solusi. Satu pengalaman yang menyenangkan bisa membuat pelanggan kembali. Sebaliknya, satu pengalaman buruk bisa berubah menjadi review yang dibaca banyak calon pelanggan. Karena itu, hospitality bukan hanya soal “Bagaimana cara melayani pelanggan?”

melainkan “Bagaimana membuat pelanggan merasa ingin kembali?”. Jawabannya sering kali dimulai dari people yang memberikan pelayanan tersebut.

 

SG8 Labour Supply & SG8 People Development

 

Customer experience yang baik membutuhkan people yang tepat dan kompetensi yang tepat. Melalui SG8 Labour Supply, SG8 Group membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung aktivitas operasional dan pelayanan sesuai kebutuhan bisnis. Namun menyediakan people saja tidak cukup. Melalui SG8 People Development, SG8 membantu mengembangkan kompetensi tenaga kerja melalui training dan development yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, seperti service excellence, hospitality mindset, communication skill, grooming, complaint handling, teamwork, work ethic, dan professionalism. Dengan kombinasi right people + right competency, perusahaan dapat membangun pelayanan yang lebih konsisten sekaligus menciptakan customer experience yang lebih baik dan pastinya Great customer experience starts with great people.

 

SG8 Group
Partner Operasional Bisnis Anda